">

Minggu, 10 September 2017

Dokter Spesialis Jiwa Konferensi Nasional di Banjarmasin

KBRN,Banjarmasin : Wakil Gubernur Kalimantan Selatan  Rudy Resnawan  membuka resmi Konferensi Nasional (KONAS) yang diinisiasi oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) berlangsung di Hotel Golden Tulip Banjarmasin dari  7 s/d 10 September 2017.

Kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menyediakan fasilitas kesehatan dan tim medis ahli kejiwaan, untuk melayani masyarakat pengidap gangguan kejiwaan,  mendapat apresiasi dari  Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia.

"Kami mengapresiasi tinggi atas komitmen pemerintah provinsi di sini, (pemprov, red) atas upaya terus menerus meningkatkan akses pelayanan kesehatan jiwa masyarakat. Ini dibuktikan dengan tersedianya fasilitas bagi pengidap gangguan jiwa di RS Sambang Lihum dan RSUD Ansari Saleh,"  terang dr Eka Viora, Sp.KJ, di Hotel Golden Tulip Banjarmasin Kamis (7/9/2017).

Dr Eka  hadir di  Kota Banjarmasin dalam rangka mengikuti  Konferensi Nasional (KONAS) yang diinisiasi oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) berlangsung dari tanggal 7 s/d 10 September 2017.

Diutarakan juga dengan adanya fasilitas layanan bagi masyarakat pengidap gangguan jiwa tersbut tentu akan mempermudah melakukan deteksi atau memberikan rekomendasi pelayanan lanjutan. Kehadiran rumah sakit tersebut sangat selaras dengan tujuan dibentukannya Perhimpunan Dokter Spesialis Jiwa Indonesia . Organisasi profesi ini memiliki misi turut membantu pemerintah untuk meningkatkan akses di dalam pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas.

Profesi ini juga siap membantu pemerintah daerah untuk meningkatkan akses pelayanan kesehatan kejiwaan. Kita akan membantu bagaimana dokter-dokter pusksesmas yang ada  di Kalimantan Selatan  bisa memenuhi Standar Pelayanan Minimum. Menurutnya peran Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa tentunya akan banyak membantu pemerintah daerah dalam rangka memberi masukan dan  hasil –hasil penelitian terkait kesehatan jiwa.

"Kami terus berupaya membantu pemerintah dalam hal ini memperkuat peran puskesmas dengan melatih dokter-dokter puskesmas untuk bisa menjawab indikator  keluarga sehat dan diharapkan  tidak adalagi masyarakat pengidap gangguan jiwa yang terlantar,"  tandasnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H Rudy Resnawan mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melihat aspek kesehatan jiwa sebagai faktor penting dalam pembangunan kesehatan. Wagub juga  mendukung pendekatan psikiatri yang lebih berorientasi pada tindakan promotif dan preventif dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan tindakan pencegahan dan tindakan rehabilitasi.

Ketua Panitia dr  Yulizar Darwis, Sp.KJ mengatakan Kongres Nasional kali ini merupakan kongres kolaborasi psikiater komunitas dan psikiater militer.

“Pada kongres ini akan dibahas masalah-masalah kesehatan jiwa pada saat ini dan perlu dipauayakan penanggulanganya. Telah terdaftar sebanyak 54 pembicara yang akan membahas tentang tofik  terkait dengan kesehatan jiwa di masyarakat dan masalah kesehatan jiwa di militer, selain itu juga diadakan workshop untuk meningkatkan keterampilan para peserta KONAS,” ucapnya.

Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Dr dr. Fidiansjah,Sp.KJ,MPH  , kegiatan ini bertujuan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk pemerintah dalam mewujudkan Indoensia Sehat.

0 komentar:

Google+ Followers