">

Minggu, 16 Juli 2017

Asuransi Usaha Tani Padi Bisa Bangkrut !?

Martapura : Perusahaan Yang mengelola Jasa Asuransi UsahaTani Padi , terpaksa memilih milih kliennya di Kabupaten Banjar, karena pada tahun 2016 yang lalu mereka mengalami kerugian. Selanjutnya untuk menghindari kerugian pihak asuransi tersebut,akhirnya diambil kebijakan dengan dinas pertanian setempat,yakni 60 persen yang tidak terlalu beresiko dan 40 persen yang punya resiko tinggi gagal panen.

Pada musim tanam tahun 2016 yang lalu pihak perusahaan asuransi PT. Jasindo yang menerima klien Asuransi Usaha Pertanian dari  lebih 100 orang petani di Kabupaten Banjar.  Uang premi Asuransi yang harus dibayarkan para petani setelah disubsidi pemerintah hanya sebesar Rp 36 ribu per hektar. Tetapi apabila terjadi gagal panen, maka pihak asuransi akan membayar Rp 6 juta per hektar.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Muhammad Fahry mengatakan, Setelah berjalan,maka pada tahun lalu ada sekitar 60 hektar milik petani peserta asuransi Usaha Tani Padi di Kabupaten Banjar yang menjadi gagal panen,akibat terendam banjir. Hal tersebut mengakibatkan perusahaan asuransi harus membayar lebih besar daripada yang mereka terima atau mengalami kerugian. Akibatnya pada tahun ini Perusahaan Asuransi PT.Jasindo terpaksa pilih-pilin kliennya agar tidak mengalami kerugian.

" Pihak Asuransi,seharusnya jangan pilih -pilih, tetapi wajar saja kalau mereka juga tidak ingin selalu rugi, " jelas Muhammad Fahry.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar,  dalam Rapat Kerja Nasional di Batam beberapa waktu yang lalu ia menyampaikan persoalan tersebut dan akhirnya ada solusi yang ditemukan.  Solusi tersebut, yakni 60 persen peserta asuransi yang tidak tinggi resiko gagal panen dan 40 persen yang beresiko tinggi.

0 komentar:

Google+ Followers