">

Minggu, 26 Maret 2017

Budidaya Cabe Hiyung di Tapin

Tapin : Upaya mengantisipasi kendala pendeknya usia Cabai Hiyung ,cabai terpedas di Indonesia agar semakin dapat ditingkatkan produksinya.

Cabai Hiyung salah satu jenis cabai rawit yang kini dibudidayakan di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan terus dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat.  Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, cabai yang satu ini memiliki tingkat kepedasan mencapai 802,95 ppm. Tingkat kepedasan tersebut dinyatakan 17 kali lebih pedas dari cabai rawit biasa yang saat ini ada dipasaran.

Namun yang menjadi kendala dalam budidaya cabai yang satu ini adalah usianya yang cepat mati. Menurut Bupati Tapin Aripin Arpan,yang menyebabkan Cabai Hiyung tidak berumur panjang adalah kondisi tanah yang sering terendam air, sehingga perlu dilakukan peninggian tanah agar ia bisa berumur panjang dan lebih lama bisa dipanen.

"Menghadapi kendala itu,maka tanah perlu ditinggikan atau dibuat gundukan agar tanaman cabai ini lebih tinggi dan tidak terendam air, "tegasnya, Sabtu (25/3/2017).

Selain itu jelas Aripin Arpan luas tanam untuk Cabai Hiyung terus ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas cabai ini. Untuk itu melalui Dinas Pertanian dan masyarakat di Desa Hiyung,budidaya  jenis cabai unggulan ini mengupayakan peningkatan hasil produksi panennya setiap tahun.

 
Berdasarkan informasi dari banyak sumber,Cabai Hiyung pertama kali  ditemukan tumbuh secara liar oleh Warga Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah, Kabupaten Tapin.Namun untuk pembudidayaannya baru dimulai pada Tahun 2006 yang lalu.

 

0 komentar:

Google+ Followers