">

Sabtu, 22 Oktober 2016

Gerakan Hapus Jamban di Sungai Martapura

Martapura : Bupati Banjar H. Khalilulrahman pagi ini Canangkan Penghapusan Jamban Terapung di Bantaran Sungai Martapura .

 Jumlahnya penduduk Kabupaten Banjar  terbanyak  di Kalimantan Selatan,yakni lebih dari 600 ribu orang. Sebagian besar diantaranya  tinggal di Bantaran Sungai Martapura dan mereka sangat dengan sungai dalam kegiatan sehari-hari.  

Kegiatan sehari-hari disungai dan sudah cukup membudaya adalah Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) dengan membangun Jamban Terapung di sepanjang bantaran Sungai Martapura. Dampak dari kegiatan MCK ini kualitas air sungai semakin menurun dan menjadi sangat tercemar bakteri Ecoli, sehingga membahayakan kesehatan masyarakat. 

"Berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium,Sungai Martapura tercemar Bakteri Ecoli yang disebabkan oleh kotoran manusia, "jelas Bupati Banjar H. Khalilulrahman, Jumat (21/10/2016).

Penghapusan jamban terapung ungkap Bupati Banjar akan dilakukan secara bertahan dan dimulai dengan gerakan pencanangan penghapusan seribu jamban yang dilakukan secara bertahap. 

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Banjar Boyke W Triestiyanto menyatakan di bantaran Sungai Martapura jumlah jamban terapung mencapai 5 ribu buah dan hal ini berdampak cukup besar bagi kualitas air sungai dan kesehatan masyarakat.Keberadaan jamban terapung juga menjadi salah satu penyebab gagalnya meraih Adipura Paripurna.


0 komentar:

Google+ Followers