">

Minggu, 24 April 2016

Menunggu Keseriusan Restorasi Gambut di Kalsel

Banjarbaru : Kanal- kanal  disekitar kawasan lahan gambut di Kalimantan Selatan diduga tanpa perencanaan yang baik dan matang,sebab tidak terlihat pintu buka tutup air yang berfungsi sebagai regulator,sehingga saat ini  pengeringan terus terjadi akibat air terus mengalir keluar dari kanal.

Pada saat kebakaran lahan gambut pada tahun 2015 yang lalu di beberapa titik di Kalimantan Selatan,seperti dikawasan Guntung Damar,Banjarbaru diantisipasi dengan pembuatan sekat atau kanal. Tetapi sistem tersebut mendapat penolakan dan kritik dari sejumlah  para ahli lahan gambut di Indonesia,sebab menurut para ahli hal tersebut justru dapat semakin merusak lahan gambut,yakni kanal merobek doom atau kubah air yang ada dilahan gambut. Hal ini akan berdampak cepatnya terjadi kekeringan dilahan gambut dan mudah sekali untuk terbakar.

Kanal-kanal yang telah dibuat pada saat kebakaran lahan gambut di kawasan Guntung Damar tersebut belum ada kelanjutannya,sebab hanya kanal yang tidak dilengkapi dengan pintu air yang akan berfungsi untuk mengatur keluar masuk air dikawasan lahan gambut.

"Kami tidak melihat adanya pintu air disekitar saluran air yang panjang ini pak," kata Kodari,salah seorang  pencari rumput disisi kanal di Guntung Damar,Kamis (15/4/2016).

Sementara itu Pemerhati Lingkungan Hidup dari Aliansi Masyarakat Peduli Gambut dan Rawa (Ampegar) Kalimantan Selatan Sri Naida menyatakan melalui Lokakarya Restorasi Lahan Gambut dan Rawa yang baru saja  pihaknya gelar  telah membahas persoalan kanal dan pintu air sebagai regulator. Menurutnya sejumlah Ahli lahan gambut dan rawa dikesempatan ini menyampaikan langkah- langkah yang harus dilakukan dalam merestorasi lahan gambut.

"Harus ada tindakan nyata dalam menyelamatkan lahan gambut,dan tidak hanya mengandalkan pemerintah,tetapi kita semua bersama masyarakat harus kerja,kerja,kerja," jelas Sri Naida penuh semangat saat mendampingi Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead  meninjau kawasan lahan gambut di Guntung Damar Banjarbaru.



0 komentar:

Google+ Followers