">

Jumat, 18 Desember 2015

Profesi Perawat Dan Tantangannya Jelang MEA

Martapura : Perawat tidak cukup hanya bermodal ketrampilan dan profesionalisme saja dalam menghadapi tantangan jelang memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),tetapi juga harus membekali diri dengan kemampuan berbahasa asing.

 "Peluang begitu banyak khususnya nurse (perawat),tetapi kekurangan perawat kita adalah penguasaan bahasa Inggris,sehingga sulit untuk bekerja diluar negeri,"tegas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar seusai menghadiri Pelantikan Dewan Pengurus  Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI),Kamis (17/12/2015).

Menurutnya tantangan perawat jelang MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) 2015 makin berat,sebab jika hanya bermodal terampil dan profesional saja belum cukup jika tidak bisa berbahasa Inggris. Selanjutnya ia mencontohkan,bahwa di luar negeri, tenaga kesehatan justru banyak dari Filipina, Malaysia dan Singapura.Artinya daya saing kita masing kurang.

 "Peluang begitu banyak khususnya nurse (perawat) tapi kekurangan perawat kita adalah penguasaan bahasaInggris," tegasnya.

Oleh sebab itu, Ikhwansyah memotivasi para perawat agar terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya supaya tidak kalah bersaing dengan perawat asing di era MEA.

"Di era MEA, jangan sampai perawat asing masuk tapi perawat kita hanya bisa gigit jari," jelasnya. Bahkan, dia meminta perawat berani mewujudkan mimpi bekerja di rumah sakit ternama luar negeri.

"Jangan cuma mengkhayal jadi PNS atau PTT (Pegawai Tidak Tetap), coba berkhayal saya akan jadi perawat di rumah sakit luar negeri. Inilah yang harus jadi tantangan saudara," tegas Ikhwansyah .

Sementara itu, Ketua PPNI Kabupaten Banjar Sirajudin Noor mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemprov Kalimantan Selatan dan Pemkab Banjar yang sangat komitmen memperhatikan nasib perawat di daerah.

Lalu ia juga berharap agar PPNI di Kalimantan Selatan diberdayakan dan harus berdaya dalam membangun kesehatan nasional.

0 komentar:

Google+ Followers