">

Kamis, 16 Juli 2015

Pilkada Dan Politik Busuk Jalan Pintas Menuju Kehancuran Bangsa !?

Apa yang membuat sebagian besar elit partai politik memilih dan mengusung seseorang untuk menjadi Calon Kepala Daerah melalui partai politik ? Jika yang perlukan adalah sesembahan, mahar,upeti dan sesajen, maka ini adalah jalan pintas menuju kehancuran bangsa ini.

Jika uang yang menjadi sesembahan dalam mencari pemimpin, maka menyembah uang dan melupakan norma agama maka tidak mustahil itu jalan baru menuju kekafiran

Banyak Bakal Calon Kepala Daerah yang mempunyai tingkat popularitas,kapasitas,integritas, dan bahkan elektabilitas yang tinggi, tetapi ia tidak dijemput atau diterima oleh partai politik,meskipun ia sudah melamar. Mengapa ? 


Sementara muncul banyak dugaan ditengah masyarakat atau sudah menjadi rahasia umum, bahwa sikap elit partai politik tersebut, diantaranya hanya karena soal duit untuk mereka. Sebab elektabilitas, kapabilitas, integritas,dan moralitas tidak cukup menghapus kemiskinan  dari sebagian besar elit partai politik, seperti selalu merasa kurang dan miskin serta yang lebih parah lagi miskin secara moral.

Lalu jika itu yang terjadi, bagaiman visi dan misi atau platform partai politik ? Kalau sudah miskin dengan yang tersebut diatas apakah mereka peduli dengan semua itu? Bukankah Kemiskinan itu sangat berbahaya, sebab ia bisa membuat orang menjadi Kufur,dan bahkan  bisa berubah menjadi kafir?

Untungnya  ada uji Meteri  UU Pilkada yang akhirnya MK memutuskan,bahwa tidak hanya PNS saja yang harus mundur ketika maju di Pilkada,tetapi juga anggota legislatif. Keputusan MK tersebut mengejutkan Elit Politik yang notabene pembuat undang undang Pilkada itu sendiri. Elit politik ini mau bersikap tidak adil, orang lain disuruh mundur, dan ketika ia ikut aturan tersebut tidak berlaku untuknya,memalukan dan adilkah ? Selain itu angka atau jumlah dukungan untuk calon perseorangan dibuat lebih tinggi,sehingga itu diduga sebagai bagian arogansi partai politik. Sebab diduga sebagai upaya menghalangi kesempatan para calon dari jalur perseorangan. Apakah ini politik busuk ?



0 komentar:

Google+ Followers