">

Selasa, 21 Juli 2015

Oleh -Oleh Mudik Lebaran Di Banua Banjar Kalsel

Barabai : Oleh - Oleh Mudik Lebaran "Iwak Pakasam" Dari Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan Ramai Dengan Pembeli.


Merayakan lebaran Idul Fitri 1436 H dengan mudik ke kampung halaman sudah menjadi tradisi tahunan sebagian besar umat muslim di Indonesia dan tidak dijumpai dinegara lain di dunia. Pada mudik lebaran jutaan umat muslim melakukan eksodus secara besar besaran, sehingga hal tersebut menjadi perhatian pemerintah dengan memberikan pelayanan, diantaranya menyiapkan angkutan umum,jalan, dan bahkan pengamanan di sepanjang jalan arus mudik maupun balik.

Terlepas dari semua hal tersebut, mudik lebaran juga mempunyai dampak secara ekonomis bagi daerah yang menjadi tujuan mudik. Sejumlah uang beredar di tempat mudik,yang secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian masyarakat, tidak terkecuali tempat penjualan oleh - oleh berupakan makanan, seperti tahu, kerupuk,kue,dan lainnya yang merupakan khas dari suatu daerah.

Di Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan para penjual oleh- oleh khas kota tersebut,seperti kue apam, bingka,dan khusunya ikan asin khas Kota Barabai yang populer disebut " Iwak Pakasam " menjadi salah satu oleh - oleh yang ramai dibeli para pemudik ketika balik lebaran.

" Pada arus balik Lebaran, Iwak Pakasam yang kami jual semakin banyak pembelinya, dan dijadikan sebagai oleh- oleh para ,pemudik lebaran," kata Innur (61 tahun), salah seorang penjual Iwak Pakasam,yang berjualan di Pasar Barabai, Senin (20/7/2015 ).

Selain itu Innur juga menjelaskan, selama arus mudik dan balik lebaran setiap tahunnya, penjualan Iwak Pakasam selalu ramai dengan para pembeli. Sebab Iwak Pakasam memang salah satu produk ikan asin yang sangat cocok dengan selera masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Disamping itu, ungkapnya Iwak Pakasam dari Desa Mahang juga setiap waktu mereka kirim dan dijual di Kalimantan Timur,seperti Kota Balikpapan dan Samarinda, guna melayani warga masyarakat Banjar yang ada di Perantauan.n

" Iwak Pakasam yang kami jual berasal dari Desa Mahang,dan para pedagang semuanya juga berasal dari Desa Mahang," ujarnya.

Selanjutnya Innur  mengungkapkan bahwa ia sudah lebih 25 tahun berdagang Iwak Pakasam di pasar Barabai, dan dari hasil berjualan tersebut ia mengaku sangat bersyukur, karena dengan usahanya itu ia mampu menyekolahkan anak, hingga lulus perguruan tinggi. 

0 komentar:

Google+ Followers