">

Rabu, 29 Juli 2015

Desa Mandiri Pangan Di Kalimantan Selatan

PENGEMBANGAN DESA MANDIRI PANGAN (DEMAPAN)

BADAN KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

 

 

Sejak tahun 2006, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian melaksanakan upaya pemberdayaan masyarakat miskin dengan menerapkan Twin Track Strategy melalui kegiatan desa mandiri pangan (Demapan). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam pengembangan usaha produktif berbasis sumber daya lokal, peningkatan ketersediaan pangan, peningkatan daya beli dan akses pangan rumah tangga, untuk dapat memenuhi kecukupan gizi rumah tangga. Apabila pelaksanaan ini dilaksanakan secara meluas, maka kegiatan desa mandiri pangan akan berdampak terhadap penurunan tingkat kerawanan pangan dan gizi masyarakat miskin di perdesaan.  


Kegiatan desa mandiri pangan merupakan salah satu upaya penanggulangan kemiskinan. Sampai dengan 2014 kegiatan demapan di Provinsi Kalimantan Selatan telah dilaksanakan di 11 kabupaten pada 166 desa. Untuk mencapai tujuan demapan, kegiatan dirancang dalam kurun waktu 4 tahun, melalui 4 tahapan yaitu : tahap persiapan, penumbuhan, pengembangan dan kemandirian.


Tahap persiapan, meliputi seleksi desa rawan pangan dan pembentukan kelompok KK miskin. Tahap penumbuhan, mulai adanya usaha produktif, pembentukan Lembaga Keuangan Desa (LKD), berfungsinya posyandu dan bekerjanya sistem ketahanan pangan dari aspek ketersediaan, distribusi dan konsumsi serta koordinasi program lintas sektor untuk pembangunan sarana prasarana wilayah perdesaan


Kegiatan desa mandiri pangan tidak dialokasikan kegiatan baru sejak tahun 2013, sehingga tidak dialokasikan kegiatan desa mandiri pangan tahap persiapan (tahun pertama) dan tahap penumbuhan (tahun kedua). Pelaksanaan kegiatan desa mandiri pangan tahun 2014 dilanjutkan sesuai dengan capaian tahapan masing-masing desa pelaksanaan kegiatan sampai tahap kemandirian. Pada tahun 2014, kegiatan desa mandiri pangan masuk tahap pengembangan dan tahap kemandirian.

 

Tahap pengembangan (tahun ketiga) diarahkan untuk:

 (1) pengembangan akses permodalan; 

(2) pengembangan skala usaha dan jejaring pemasaran; (3) pengembangan sistem ketahanan pangan melalui percepatan diversifikasi dan pemanfaatan sumber daya pangan lokal; (4) peningkatan pembangunan sarana dan prasarana perdesaan melalui koordinasi, sinkronisasi dan integrasi program dengan Dinas Pekerjaan Umum


Tahap kemandirian (tahun keempat) diarahkan untuk peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat, melalui: (1) pelatihan dan pendampingan untuk peningkatan layanan kesehatan dan gizi; (2) pengembangan sistem ketahanan pangan melalui diversifikasi, akses, dan jaringan pemasaran; (3) pemanfaatan dan pemeliharaan sarana prasarana perdesaan; (4) peningkatan layanan dan gizi masyarakat melalui koordinasi untuk sinkronisasi dan integrasi program dengan Dinas Kesehatan.

 

 

Alokasi dana bansos yang telah disalurkan mulai tahun 2006 mengalami peningkatan sesuai dengan jumlah alokasi desa. Pemanfaatan dana bansos digunakan untuk usaha di bidang on farmoff farm dan non farm. Usaha di bidang pertanian (on farm), antara lain: budidaya tanam sawah, tanaman buah, perikanan dan pembibitan, dan peternakan. Usaha di bidang olahan pangan (off farm), antara lain: olahan hasil pertanian, olahan hasil perikanan, dan olahan hasil pekarangan. Usaha di luar pertanian (non farm), antara lain : simpan pinjam, aneka jenis dagang, jual beli, kerajinan: batik, ukiran kayu, ukiran  rotan; pembuatan mebel.


Desa yang sudah mandiri berarti desa yang tidak mengalami masalah ketahanan pangan karena masyarakatnya sudah mengalami peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Adapun indikator untuk melihat desa mandiri tersebut antara lain: (1) peningkatan peran kelembagaan yang telah ditumbuhkan terhadap terwujudnya kemandirian dan ketahanan pangan; (2) dukungan program daerah terhadap aspek pemberdayaan masyarakat; (3) dukungan pembangunan sarana prasarana untuk menunjang pembangunan tingkat desa; (4) adanya komitmen dan peran pemerintah daerah terhadap pelaksanaan dan keberlanjutan program demapan.

Desa mandiri ini selanjutnya akan dikembangkan menjadi desa inti dalam gerakan kemandirian pangan. Gerakan kemandirian pangan merupakan kegiatan dimana desa inti akan menjadi desa contoh dalam menggerakkan dan membina desa sekitarnya.  

Selain itu untuk menjadi desa inti peranan kelembagaan demapan menjadi penting, karena lembaga inilah nantinya yang akan membimbing desa lainnya sebagai desa binaan. Adapun kelembagaan itu antara lain adalah : Kelompok Afinitas (KA), Tim Pangan Desa (TPD) dan Lembaga Keuangan Desa (LKD).

 

 

Tabel 2. Desa Replikasi Program Aksi Desa Mandiri Pangan Tahun 2010 – 2011 (APBN)

Tabel 3Desa Replikasi Program Aksi Desa Mandiri Pangan Tahun 2013 – 2015 (APBD)

 

Gerakan kemandirian pangan (Gema Pangan), merupakan kelanjutan kegiatan desa mapan untuk memperluas manfaat kegiatan bagi desa-desa sekitarnya. Desa yang sudah mandiri dijadikan desa inti, dan bersama lembaga masyarakat serta pemerintah daerah melakukan pembinaan bagi tiga desa rawan pangan di sekitarnya sebagai desa replikasi selama tiga tahun dalam tiga tahap: penumbuhan, pengembangan, dan kemandirian.

 

Gerakan Kemandirian Pangan adalah upaya bersama berbagai komponen masyarakat dan pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat untuk memobilisasi, memanfaatkan dan mengelola aset setempat (sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya finansial, sumber daya fisik/teknologi, serta sumber daya sosial) untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga dan masyarakat melalui penanganan desa rawan pangan menjadi desa mandiri pangan.

Gema Pangan bertujuan untuk: memobilisasi dan membangun partisipasi seluruh komponen masyarakat bersama pemerintah untuk memanfaatkan dan mengelola aset secara baik guna meningkatkan ketahanan pangan dan gizi, sekaligus mengurangi kerawanan pangan dan gizi masyarakat sesuai kelembagaan dan budaya lokal. Aset meliputi sumber daya alam, sumber daya teknologi, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan sumber daya sosial.

Gema pangan sebagai keberlanjutan kegiatan desa mandiri pangan, dilaksanakan melalui lima subgerakan:

1. Penguatan Sumber Daya Sosial;
2. Optimasi Pemanfaatan Sumber daya Alam;
3. Menabung Mandiri;
4. Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna;
5. Penyebarluasan manfaat.

 

Kelima subgerakan tersebut dilaksanakan secara parsial sesuai dengan kebutuhan, namun untuk pengembangan sub-sub gerakan dilakukan dengan pendekatan kelompok. Karena penguatan kelompok-kelompok masyarakat merupakan unsur penting dalam membangun modal sosial, maka Gema Pangan diawali oleh kelompok-kelompok yang telah mandiri di desa mapan untuk menebarkan manfaat yang telah diperoleh kepada desa-desa lain disekitarnya, baik manfaat ekonomi-finansial maupun manfaat sosial penguatan kelembagaan kelompok.

Pelaksanan Gema Pangan melalui kegiatan desa mandiri pangan dilakukan pada lokasi yang telah memasuki tahap kemandirian, memenuhi indikator kemandirian pangan, dan ditetapkan menjadi desa mandiri. Setiap desa mandiri ditetapkan menjadi desa inti, untuk melakukan pendampingan kepada 3 desa rawan pangan di sekitarnya sebagai desa replikasi, dengan menggunakan metode Sekolah Lapangan Desa Mandiri Pangan (SL-DMP).

Melalui SL-DMP, desa-desa replikasi magang di desa inti yang menjadi laboratorium SL-DMP, dan desa inti berpartisipasi mendampingi desa-desa replikasi dalam usaha bisnis yang telah berkembang. 

Dengan demikian, maka: (1) desa mandiri akan berkembang secara berkelanjutan, serta kelompok afinitas akan mampu mengembangkan kemampuannya kepada kelompok masyarakat lain di dalam dan di luar desanya; dan (2) desa-desa replikasi akan dapat menumbuhkembangkan usaha-usaha produktif kelompok dibidang on-farm, offfarm, dan non-farm

 

 

 

Tabel 1. Rekapitulasi Daerah Pelaksana Program Aksi Desa Mandiri Pangan Reguler 

Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2006 – 2012

No

Kabupaten

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

Tabalong

2

2

1

1

1

-

1

Hulu Sungai Utara 

2

2

1

1

-

-

-

Balangan

-

-

-

2

-

1

1

Hulu Sungai Tengah 

2

2

1

1

1

-

-

Hulu Sungai Selatan 

2

2

1

1

1

-

-

Tapin

-

-

-

2

1

1

1

Banjar

-

2

1

1

1

1

1

Barito Kuala 

-

2

1

1

1

-

2

Tanah Laut

2

2

1

1

1

-

1

10 

Kotabaru

-

-

-

-

2

1

1

11 

Tanah Bumbu

-

-

-

2

1

-

1

Jumlah Desa

10

14

7

13

10

4

9

 

 

Tabel 2Desa Replikasi Program Aksi Desa Mandiri PanganTahun 2010  2011 (APBN)

Kabupaten

2010

2011

Tabalong

1. Pugaan
2. Pulu Ku’u
3. Barimbun
1. Pematang
2. Bangkiling
3. BangkilingRaya

Hulu Sungai Utara

1. PematangBenteng
2. Nelayan
3. Rantau Bujur Tengah
1. Sungai Nyiur
2. KalumpangLuar
3. PajukunganHulu

Hulu Sungai Tengah

1. Lunjuk
2. Paya
3. Tanah Habang
1. Alat
2. Hinas Kanan
3. Batu Tunggal

Hulu Sungai  Selatan

1. Longawang
2. Bamban Selatan
3. Bamban Utara
1. Tambangan
2. Banjarbaru
3. Habirau

Tanah Laut

1. Ujung Banyu

2. Benua Raya

3. Bati-bati

1. Telaga
2. Bumi Jaya
3. GuntungBesar

Banjar

-

 

1. Tiwingan Baru

2. Benua Rian

3. Pa’au

Barito Kuala

-

1. Tumih
2. WaringinKcana
3. Pinang Habang
4. TabingRimbah
5. Bangkit Baru
6. Antasan

Jumlah

15

24

 

 

Tabel 3Desa Replikasi Program Aksi Desa Mandiri PanganTahun 2013 – 2015 (APBD)

Kabupaten

2013

2014

2015

Tabalong

1. Sungai Rukam II

2. Tamunti

-

1. Habuan Hulu

2. Benua Lawas

3. Benua Rantau

HS. Utara

1. Danau Panggang
2. Sungai Panangah
3. Palukahan

-

-

HS.Tengah

1. Muara Rintis
2. Ilung
3. Hawang
4. Karatungan

1. Hilir Banua 

2. Walatung 

3. Jatuh 

 

1. Birang

Hulu Sungai Selatan

1. Pantai Ulin

2. Garunggang

3. Pekapuran Kecil

4. Hamayung

5. Paramaian

-

-

Tanah Laut

1. Ujung Batu

2. Panggung Baru

1. Benua Raya 

2. Bati-bati

3. Ujung Baru

1. Liang Anggang

Banjar

1. Jinggah Habang
2. Jinggah Habang
3. Pemurus
4. Podok
5. Aluh-aluh Besar

-

-

Barito Kuala

1. Karya Jadi

2. Teluk Samba

3. Bantuil

4. Sawahan

5Tinggiran Baru

6Tinggiran Darat

7Taban Raya

1. Lepasan 

 

-

Balangan

1. Ha’uwai

2. Uren

3. Halong

-

-

Tapin

-

1. Teluk Haur 

2. Rawana Hilir 

3. Pabaungan Hulu 

-

Tanah Bumbu

1. Saring Sei Bubu
2. Saring Sei Binjai
3. Satiung
4. Kampung Baru
5. Muara Pagatan Ujung
6. Sei Dua Laut
7. Kerta Buana
8. Batu Meranti
9. Sari Utama
10. Setarap
11. Manuntung
12. Lasung
13. Batulicin Irigasi
14. Selaselilau
15. Sungai Dua
16. Giri Mulya
17. Mentawakan Mulya
18. Gunung Tinggi
19. Danau Indah

-

-

Jumlah

50

10

5

 

0 komentar:

Google+ Followers