">

Sabtu, 27 Juni 2015

Waspada ! Jajanan Berbuka Puasa Mengandung Zat Berbahaya

Martapura : Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar Temukan Zat Berbahaya Di Makanan Di Pasar Wadai Ramadan 1436 H Di Kota Martapura Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

Untuk menghindari adanya penggunaan bahan tambahan makanan minuman yang berbahaya bagi kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar melalui Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)UPT. Laboratorium Kesehatan Air dan UPT. Puskesmas Pasayangan melakukan identifikasi, berupa pengambilan beberapa sampel makanan, minuman, sayuran siap saji serta kue yang dijual oleh para pedagang di pasar wadai Ramadan 1436 H di sepanjang Jalan Suka Ramai Kota Martapura .

Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar  Hj. Salwa Roselianti dalam kesempatan tersebut mengatakan Tim dari Dinkes turun untuk mengantisipasi penyalahgunaan Bahan Tambahan Makanan (BTM) pada setiap bulan Ramadan. Tim tersebut jelasnya, selalu melakukan pengambilan sampel beberapa jajanan yang dijual oleh para pedagang di pasar wadai Ramadan Martapura.

“Dengan tindakan ini, diharapkan dapat diketahui apakah para pedagang makanan minumanmenggunakan BTM yang membahayakan kesehatan konsumen ataukah tidak,” tegas Hj. Salwa seusai melakukan pemantauan langsung di Pasar Wadai Ramadan di Kota Martapura, Kamis ( 25/6/2015 ).

Selain itu Ia juga mengungkapkan, pada dasarnya, setiap makanan yang layak konsumsi itu selain lezat dan menggugah selera, yang terpenting adalah sehat, bersih serta bebas dari pewarna, penyedap rasa ataupun bahan pengawet dan bahan kimia lainnya yang dapat berbahaya pada kesehatan.

Usai pengambilan sampel dari 30 meja pedagang makanan minuman, Kepala UPT. Laboratorium Kesehatan Air Dinkes Banjar Hj. Yuliarty menerangkan, diperoleh 20 sampel yg dicurigai mengandung bahan tambahan makanan berbahaya. Dalam uji kualitatif laboratorium, tiga sampel positif mengandung BTM berbahaya berupa Rhodamin B (pewarna tekstil) dan Siklamat (pemanis buatan). 

Selanjutnya di jelaskannya juga ciri-ciri makanan yang mengandung Rhodamin B,diantaranya berwarna cerah mengkilap dan lebih mencolok, terkadang warna terlihat tidak homogen (rata), ada gumpalan warna pada makanan, dan bila dikonsumsi rasanya sedikit lebih pahit. Sedangkan pemanis buatan memiliki aftertaste yang khas antara lain ada rasa pahit yang tertinggal dalam mulut dan membuat tenggorokan menjadi kering setelah menyantapnya. Otomatis Anda pun akan merasakan haus yang amat sangat. Jika tidak segera minum air putih, biasanya akan timbul serangan batuk dan penyakit tenggorokan lainnya.

Kemudian untuk menghindari hal tersebut, Yuliarty berpesan kepada masyarakat agar lebih berhati – hati dalam memilih dan membeli makanan minuman yang dijual di pasar. 

Terkait dengan temuan 20 sampel yang diduga mengandung bahan tambahan ujar Salwa, Dinkes Banjar berjanji  menindaklanjuti dengan melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada para pembuat makanan dan pedagang yang positif menggunakan BTM yang membahayakan kesehatan.

“Semoga dengan kegiatan ini, dapat lebih menciptakan rasa aman dan nyaman bagi setiap pembeli di pasar Ramadan Martapuraharap Salwa. 

0 komentar:

Google+ Followers