">

Sabtu, 27 Juni 2015

Pedagang Kecil Di Kalsel Mulai Gulung Tikar

Martapura : Para pedagang di warung dan kios mulai keluhkan kehadiran jaringan Mini Market milik para pemodal besar yang mulai masuk ke wilayah permukiman warga di perkampungan maupun di perkotaaan

Dalam 2 tahun terakhir di Kalimantan Selatan semakin tumbuh menjamur dan tidak dapat terbendung berupa tempat perbelanjaan moderen, seperti jaringan mini market milik para pengusaha pemilik modal besar. Akibat, pembangunan Jaringan Mini Market tersebut menimbulkan dampak pada para para pedagang tradisional,berupa warung, kios dan toko kelontongan di Kalimantan Selatan.


Jumiati salah seorang pedagang berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari beras, minyak goreng, gula pasir,sabun mandi dan cuci, shampo dan lainnya, menuturkan,bahwa pada saat ini para pedagang tradisional mulai merasakan dampak dari kehadirin jaringan Mini Market  yang ada disekitar pemukiman mereka di kelurahan  Sungai Lulut, Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

" Usaha dagang kami mulai terasa sepi dan kalah bersaing dengan perbelanjaan moderen, bahkan para sales yang biasa membagi barang ke kiosnya saya juga mengeluhkan kehadiran jaringan Mini Market tersebut, karena harga promo yang ditawarkan di Mini Market  jauh lebih murah daripada distributor barang sama yang ada di Kalimantan Selatan," keluh Jumiati, Sabtu ( 27/6/2015 ).

Pada kesempatan yang sama Jumiati menyampaikan harapannya agar pemerintah dan para wakil rakyat di DPR memperhatikan dampak dari serbuan Jaringan Mini Market yang menyebabkan para pedagang tradisional  yang pada umumnya usaha kecil masyarakat kesusahan, bahkan terancam gulung tikar atau bangkrut.

0 komentar:

Google+ Followers