">

Kamis, 04 Juni 2015

FENOMENA BATU AKIK DAN RED BORNEO MAJUKAN EKONOMI LOKAL MASYARAKAT


Saat ini, kegemaran akan batu akik menjadi fenomena sosial di Indonesia. Di banyak tempat bisa ditemui penjual-penjual batu cincin yang menyediakan berbagai jenis batu akik dan batu red borneo. Ada banyak alasan seseorang membeli batu cincin berbagai ukuran itu, mulai dari alasan keindahan hingga alasan klenik.

Batu Akik ditemukan di banyak negara termasuk di Indonesia, India, Iran, dan China dalam beragam warna merah, kuning, abu-abu condong ke warna biru, dan putih. Bahkan, demam batu permata sudah terjadi di zaman Rasulullah SAW, 1.400 tahun silam.
Dalam upaya memajukan potensi batu akik dan batu red borneo yang menjadi potensi Kabupaten Banjar baik dari sisi ilmu pengetahuan, bisnis dan konservasi, pemerintah daerah perlu bersinergi dengan akademisi, pihak swasta dan masyarakat, antara lain melalui kegiatan Pameran dan Kontes Batu Akik dan Red Borneo Martapura Jewellery dan Gemar Fair ( MJGF) 2015. Hal tersebut dikatakan Gusti Abu Bakar selaku panitia pelaksana pada pembukaan Pameran dan Kontes Batu Akik dan Red Borneo di halaman Gedung Dekranasda Kamis, (4/6).

Ia mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk mengangkat potensi batu akik dan Red Borneo yang berkualitas agar menjadi produk unggulan ekonomi kreatif yang mendunia dan mengangkat perekonomian pendapatan para pengrajin, penjual maupun para kolektoranya melalui multiplayer effect, melestarikan seni dan budaya Indonesia umumnya dan batu red borneo serta memberikan pengetahuan dan informasi kepada masyarakat tentang batu akik dan batu red borneo dan manfaat sertifikasi batu mulia," ucap Abu Bakar.

“kegiatan Pameran dan Kontes Batu Akik dan Red Borneo Martapura Jewellery dan Gemar Fair ( MJGF) 2015 ini berlangsung selama 4 hari dengan jumlah 500 peserta kontes baik peserta dari Kabupaten Banjar sampai luar daerah,” tambah Abu Bakar.

Sekda Banjar Nasrun Syah mengatakan, dalam rangka memajukan perekonomian daerah melalui pemberdayaan potensi unggulan Kabupaten Banjar yaitu bidang batu permata. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas Pecinta Batu Mulia dan Batu Permata (KBPP) Kabupaten Banjar bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Banjar.

“Seperti kita ketahui bersama, Kota Martapura dari zaman dahulu kala sampai sekarang, sudah terkenal sebagai sentra batu permata. Hal ini harus kita pertahankan, dan saat ini, keberadaan fenomena Batu Akik dan Red Borneo, diharapkan menjadi bola salju untuk peningkatan ekonomi lokal masyarakat, terutama batu yang menjadi identitas daerah, sehingga dapat menjadi wahana untuk pengembangan ekonomi kerakyatan,” ucap Nasrunsyah yang sekaligus membuka kegiatan Pameran dan Kontes Batu Akik dan Red Borneo Martapura Jewellery dan Gemar Fair ( MJGF) 2015.

“Alhamdulillah masyarakat Kabupaten Banjar sangat antusias mengikuti Pameran Dan Kontes Batu Akik Dan Red Borneo ini, terbukti peserta yang mengikuti kontes mencapai 500 orang dan peserta pameran sebanyak 80 orang/kelompok atau 80 buah stand,” ucap Nasrunsyah.

0 komentar:

Google+ Followers