">

Rabu, 10 Juni 2015

Darah Mengucur Dari Mata Dan Ujung- Ujung Kuku

Martapura : Nasib malang kini dialami Seorang anak perempuan yang berusia 13 tahun, karena ia menderita penyakit aneh dan dari sekujur tubuhnya keluar darah,seperti dari mata,hidung,telinga,ketiak dan bahkan ujung ujung kuku tangannya.

Ayu Prasetya Ningrum anak perempuan kelas 6 SD di Martapura, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, nasibnya kini memperihatinkan, sebab setiap saat dari tubuhnya keluar darah. Pendarahan tersebut belum diketahui penyebabnya, sebab sudah berobat ke dokter dan rumah sakit, tetapi belum sembuh.

" Sudah dibawa ke dokter dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Ulin Banjarmasin dan  Ratu Zalecha Martapura, tetapi hasilnya tidak ada," kata Masripah ibu dari Ayu Prasetya Ningrum, Rabu ( 10/6/2015 ).

Selanjutnya  Ibu Masripah yang sehari harinya berjualan jamu keliling  tersebut menyatakan, bahwa ia ingin tahu apakah  ada orang menderita seperti anaknya dan bagaimana solusi pengobatannya. Sebab menurutnya ia hanya diberitahu dokter kalau anaknya tersebut di diagnosa menderita Hematodosis.

" Kalau darah mau keluar dari tubuh saya,kepala saya terasa sangat pusing dan di ulu hati saya terasa sakit," kata Ayu sambil terbatuk batuk,sambil menahan rasa sakit dan pusing yang dia alami.

Sementara itu Budi Andi Safi'i ayah Ayu Prasetya Ningrum yang sehari-harinya bekerja sebagai pedagang pentol di kawasan Pinus Kota Banjarbaru menyatakan, ia ingin sekali mengetahui apa yang sesungguhnya anaknya derita dan akan berusaha semaksimal mungkin agar putrinya bisa normal kembali.

Selain itu Budi Andi Safi'i menyatakan sudah sekitar 10 bulan puterinya menderita penyakit aneh tersebut,tetapi dalam 2 bulan terakhir dirasa cukup parah, karena seringnya keluar darah dari sekujur tubuh.

Keluarga yang tinggal di Kelurahan  Tanjung Rema Komplek Pintu Air Kota Martapura ini pada saat seperti sekarang jarang dapat melaksanakan kegiatan usaha karena lebih banyak waktu merawat anaknya yang lagi sakit aneh tersebut.

0 komentar:

Google+ Followers