">

Selasa, 03 Maret 2015

Nasib KPK Di Titik Nadir, Sinergi tidak sama dengan Kompromi.

 Ketua KPK Abraham Samad tidak mempunyai pola Kepemimpinan seperti Taufiqurahman Ruki, tetapi ia mempunyai Pola Kepemimpinan seperti Antasari Azhar.  Antasari Azhar dalam melaksanakan tugas mau bersinergi dengan Kepolisian dan Kejaksaan, tetapi tidak ada kompromi dalam penegakan Hukum. Begitu juga dengan Abraham Samad ia tidak mau kompromi dalam hal penegakan hukum atas para koruptor , dan kedua Pimpinan KPK ini hasil tangkapannya tidak ada yang teri ,tapi Kakap. 

Kedua Pimpinan KPK tersebut musuh dari banyak Oknum Di Lembaga paling Korup di Indonesia dan tidak menjalin hubungan yang sinergi berbasis kompromi, sehingga yang terjadi muncul istilah cicak vs buaya dan ujungnya Antasari cs di dkk dihajar habis- habisan, Antasari Azhar masuk Penjara. Hal senada juga dialami Abraham Samad dan Penjara sudah membuka Pintu untuknya.

Kompromi dalam dalam pemberantasan Korupsi merupakan awal dari kehancuran dalam penegakan hukum dan mulai terlihat sekarang. Kompromi dilakukan, karena ada ketakutan dalam menegakan hukum,sebab bisa berakhir dengan nasib yang sama seperti yang dialami Abraham Samad dan Antasari Azhar.
Photo: beritasatu

0 komentar:

Google+ Followers