">

Jumat, 20 Maret 2015

Kasus Dugaan Korupsi Di KSOP Nunukan

Polisi memanggil mantan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan, Nasir Ali terkait dugaan korupsi uang lembur dengan tersangka, Bendahara kantor KSOP Rina.


Kasat Reskrim Polres Nunukan, AKP Suparno mengatakan, pemeriksaan terhadap Nasir direncanakan pada pekan ini. Nasir diperiksa untuk melengkapi petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Nunukan yang mengembalikan berkas perkara (P-19) tersangka Rina. (Selasa/17/3/2015).


Jaksa meminta dilakukan konfirmasi terhadap Rina selaku bendahara, Nasir Ali sebagai Kepala KSOP Nunukan dan Rena, pegawai honor KSOP yang ditugaskan sebagai pembantu bendahara. 

Suparno mengatakan, Nasir akan dimintai keterangannya terkait tandatangannya pada surat pencairan uang lembur senilai Rp 49.810.000 pada 2012 lalu.


"Rena, Rina dan Pak Nasir akan kami hadirkan untuk dikonfrontir terkait tandatangan yang ada di surat-surat itu. Dia tidak bertandatangan di situ, kok ada tandatangannya di situ?'' katanya.

Setelah pemeriksaan itu, pihaknya akan membawa surat-surat tersebut ke laboratorium forensik untuk memastikan keaslian tandatangan yang dibubuhkan. 

‘’Nanti kalau sudah dibawa ke lab ya kita konfrontir,'' tambahnya. 

Terbongkarnya kasus dugaan penggelapan uang lembur pegawai selama Januari - Desember 2012 tersebut, berawal saat salah seorang pegawai di lingkungan KSOP Nunukan menemukan adanya dokumen laporan keuangan dari bendahara kepada pimpinan KSOP.

Laporan dianggap palsu karena pegawai itu merasa tidak pernah menandatangani pencairan uang lembur dimaksud. Kepala KSOP Nunukan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) juga merasa tidak pernah bertandatangan.

Modus pencairan uang dengan cara pemalsuan tandatangan pegawai tersebut kemudian dicairkan di Bank Mandiri Tbk Kantor Cabang Pembantu (KCP) Nunukan dengan surat perintah pembayaran nomor: 00211/SPM/ADPEL.NNK/2012 senilai Rp 49.810.000 setelah potong pajak Rp. 1.308.000. (del)

0 komentar:

Google+ Followers