">

Sabtu, 14 Maret 2015

ISTRI BUPATI NUNUKAN DIPERIKSA POLRES TERKAIT DUGAAN KORUPSI

Penyidik Polres Nunukan, Selasa (10/3/2015) lalu dipastikan telah memeriksa Irma Irawati Basri, istri Bupati Nunukan, Basri. Irma diperiksa sebagai saksi Amal Mashur, Direktur PT Cappana 27, tersangka kasus dugaan korupsi kegiatan Pengadaan Buku Pengayaaan, Referensi dan Panduan Pendidik untuk SD/SDLB tahun 2012. Sebelumnya Amal mengungkapkan keterlibatan Irma Basri dalam rangkaian aliran dana hasil korupsi kasus itu.

Kasat Reskrim Polres Nunukan AKP Suparno mengatakan, Irma datang seorang diri memenuhi panggilan penyidik. Saat diperiksa di Mapolres Nunukan, ia mendapatkan 32 pertanyaan dari penyidik.

“Seputar kenal dengan Amal Mashur. Hubungannya dengan siapa-siapa? Pernah ke Batam? Dan dia memang mengenal,” ujarnya.

Perusahaan milik Amal mengerjakan proyek senilai Rp 3.171.924.000, dari Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN tahun anggaran 2012, sesuai kontrak Nomor 452/409/PPK/SPPP-Pengadaan Buku Pengayaan, Referensi dan Panduan Pendidikan untuk SD/SDLB Disdik V/11/2012, tanggal 5 November 2012.

Selaku kontraktor pemenang kegiatan tersebut, PT Cappana 27 berkewajiban menyalurkan sekitar 114.000 eksemplar buku dengan 900 judul kepada 63 Sekolah Dasar di Kabupaten Nunukan.

Pada kenyataannya, berdasarkan keterangan dan data dari sekolah penerima maupun konsorsium percetakan buku di Makassar yang pernah diperiksa Polisi, pekerjaan yang dilaksanakan hanya sekitar 60 persen. Padahal anggaran kegiatan tersebut terserap seluruhnya.

Sebelumnya dalam kasus tersebut, Polisi juga telah memeriksa Femmy Nurhayati, Senin (23/2/2015) lalu. Calon anggota legislatif DPRD Kabupaten Nunukan dari Partai Demokrat Daerah Pemilihan I itu diperiksa penyidik hingga pukul 16.30.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Femmy, kata Kapolres, yang bersangkutan mengaku berada di Batam untuk memenuhi undangan dari Amal.

“Termasuk jalan-jalan ke Singapura. Itu yang mau kita buktikan,” ujarnya.

Femmy juga diperiksa terkait informasi adanya aliran dana sebesar Rp1 miliar dari Amal. Sebagai istri mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Nizaruddin, dia diharapkan bisa mengungkap, kemana aliran dana sebesar Rp1 miliar yang dicurigai selama ini?

“Semuanya yang bisa menjelaskan Pak Nizaruddin. Tetapi karena beliau sudah meninggal, itu sementara salah satu kendala kita untuk mau mengungkap alirannya sejauh mana? Akhirnya kita mencoba melacak transaksi di rekening itu,” katanya

0 komentar:

Google+ Followers