">

Jumat, 27 Maret 2015

DUA RUMAH POTONG HEWAN TIDAK LAYAK DAN KEPALA DINAS BUNGKAM

Martapura - Rumah Potong Hewan atau RPH sudah semestinya bersih dan tidak berada dilingkungan perumahan penduduk. Sebagai contoh, Rumah Potong Hewan atau Stahl yang ada di Km.2 Kota Banjarmasin,sudah sejak lama dipindah ketempat yang jauh dari perumahan padat penduduk. 

Persoalan tersebut juga dilakukan di Kabupaten Banjar, seperti RPH yang berada di pemukiman Padat Penduduk di Kelurahan Jawa Gang Muhajirin Kota Martapura juga dipindah ke RPH di Desa Jingah Habang Kecamatan Karang Intan.  Tetapi di RPH yang Baru ini hanya bertahan sekitar 4 bulan dan kembali lagi ke RPH di Kelurahan Jawa dan memunculkan keluhan penduduk sekitar.

Keluhan penduduk sekitar diantaranya, karena bau tak sedap dari kotoran ternak sapi dan limbah yang berasal dari Rumah Potong Hewan ( RPH) di Kelurahan Jawa tersebut. Para Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Banjar yang mendengar dan menerima Keluhan dari Masyarakat tersebut akhirnya melakukan Sidak atau inspeksi Mendadak ke RPH  Di kelurahan Jawa.

Dilokasi Sidak para Anggota Komisi III DPRD Kabupaten sempat terkejut melihat kondisi RPH yang jauh dari dari bersih  dan sebagian dari mereka terpaksa harus menutup hidung akibat bau busuk dari kotoran sapi dan limbah yang ada dilokasi tersebut.

" seharusnya sudah tidak ada disini,tapi kok masih ada disini," tegas Ketua Komisi  III DPRD Kabupaten Banjar Kasmili kepada sejumlah awak media dilokasi RPH Kelurahan Jawa yang menjadi keluhan masyarakat ( 25/03/2015 ).

Menurut Kasmili sesuai  hasil pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Banjar beberapa waktu lalu,bahwa RPH tersebut harus dipindah segera, sebab berada ditengah pemukiman padat penduduk dan dikhawatirkan dapat mengganggu kesehatan penduduk.

Pada saat banjir yang  lalu, jelas Kasmili limbah dan kotoran sapi dikabarkan kepadanya sampai masuk ke rumah - rumah penduduk yang ada disekitar RPH Kelurahan Jawa.

Kemudian dari petugas di RPH Kelurahan Jawa Edy Handoyo diperoleh keterangan,bahwa mereka terpaksa pindah dari RPH  di Desa Jingah Habang Kecamatan Karang Intan ke RPH yang ada sekarang ,karena fasilitas di RPH Karang Intan, seperti lantai mengalami.kerusakan dan mesin pompa air tidak berfungsi dengan baik. Sedangkan kotoran sapi yang menggunung dan mengeluarkan bau yang busuk tersebut jelasnya sedang dikumpulkan untuk dijadikan pupuk.

Setelah selesai Sidak di RPH Kelurahan Jawa , Komisi III melanjutkan sidak ke RPH di Desa Jingah Habang Kecamatan Karang Intan. Setiba dilokasi anggota Komisi III langsung memasuki tempat pemotongan hewan yang dikabarkan rusak tersebut dan menemukan bahwa lantai yang terbuat dari cor beton semen sedikit mengelupas dan kondisinya kosong melompong. 

Kepala UPT  Rumah Potong Hewan  Kabupaten Banjar, Gusti Haris Fadillah yang mendampingi para anggota Komisi III Sidak kepada wartawan menjelaskan mengapa mereka tidak menggunakan lagi RPH tersebut dan kembali ke RPH di Kelurahan Jawa, diantaranya karena kerusakan lantai semen yang di cor beton dan bisa mengotori daging sapi akibat bercampur dengan pasir bekas semen beton tersebut.

Menurut Haris, mereka.sudah mengajukan anggaran guna perbaikan RPH tersebut, tetapi menunggu triwulan ketiga untuk realisasinya.

Untuk mendapatkan data yang akurat terkait RPH yang menjadi keluhan sejumlah masyarakat tersebut wartawan berusaha menemui Kepala Dinas Pertanian Dan Peternakan Kabupaten Banjar Dondit Bekti di Kantornya di Martapura ( 27/03/2015).  Di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan wartawan tidak bisa menemui Dondit Bekti, padahal sudah memberitahu melalui Sms dan menitip pesan secara langsung kepada Kepala UPT RPH  Gusti Haris Fadillah yang masuk menghadapnya diruang kerja. SMS dari Wartawan tidak dibalas dan selanjutnya di telepon tidak aktif dan bungkam.

Berdasarkan pantauan, di Kantor Kepala  Dinas ini sejumlah tamu yang diduga dari kalangan LSM dengan mudah keluar masuk ruangan sang Kepala 
, tetapi hal jauh berbeda dialami wartawan yang ingin bertamu dengan resmi,hingga berjam- jam menunggu tidak ditemui ,tetapi ia langsung keluar lewat pintu lain menuju mobil Dinas dan pergi . 

0 komentar:

Google+ Followers