">

Senin, 23 Maret 2015

Demam Batu Akik ( DBA ) Terus Bertambah Di Kalsel, Bahkan Masuk KLB

Kalau dalam bidang Kesehatan  bisa dikatakan Kejadian Luar Biasa atau KLB  atas banyaknya warga yang terserang Demam Berdarah Dengue ( DBD) di suatu daerah. Tetapi di Kalimantan Selatan , bagi warga yang terserang Demam Batu Akik ( DBA) , mungkin juga bisa dikatakan dalam Kejadian Luar Biasa  atau KLB juga, sebab perburuan dan pencarian batu akik semakin ramai dilakukan.

Perburuan , pencarian ,bahkan penjualan batu akik di Kalsel saat ini sangat meningkat dengan tajam. Hasil perburuan terhadap Batu Akik sempat menghebohkan sejak ditemukannya batu berwarna hijau dan abu abu yang sempat diduga batu giok terbesar di Indonesia di Desa Martadah , Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut.

Selain itu DBA di Kabupaten Banjar disikapi Pemerintah setempat dengan bijak ,yakni dengan menganjurkan kepada para pejabat setempat untuk memakai batu cincin perhiasan mereka dengan batu Akik Red Borneo yang Khas daerah Kota yang Berjulukan sebagai Kota Intan. Anjuran Pemakaian batu Akik Red Borneo ini disampaikan Sekda Setempat Nasrunsyah dengan tujuan mengangkat usaha kreatif masyarakat, khusunya penggosok dan pengrajin batu yang ada didaerah tersebut.

Karuan saja berkat anjuran dari pemerintah setempat, batu akik Red Borneo semakin dicari dan diburu masyarakat dan Demam Batu Akik ( DBA )menjadi semakin tinggi , sehingga nilai jual batu akik juga menjadi semakin tinggi. 

Karena DBA ini, di Martapura  Kabupaten Banjar para pedagang  batu Akik tidak hanya menjualnya dalam bentuk jadi saja, tetapi sudah dijual perkilogram dan bahkan masih dalam bentuk bongkahan batu. Disamping itu karena DBA dipinggir jalan tidak jarang  terlihat sejumlah warga yang mengais ngais batu untuk mencari batu akik. 

0 komentar:

Google+ Followers