">

Selasa, 24 Februari 2015

RAZIA GABUNGAN DI PELABUHAN PERBATASAN RI - MALAYSIA

Untuk pertama kalinya Pos Imigrasi Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan menggelar razia gabungan terhadap penumpang kapal resmi tanpa dokumen. Pada razia gabungan yang melibatkan PT Pelindo Pelabuhan Tunon Taka maupun Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Tunon Taka, terjaring tiga orang buruh migran Indonesia. Satu diantara mereka ada yang tidak memiliki dokumen sama sekali. Dua lainnya hanya berbekal surat cuti dari tempat mereka bekerja di Malaysia.

"Ketiganya ditahan dan tidak diperkenankan untuk berangkat sebelum memiliki dokumen lengkap yang menjadi syarat mereka masuk ke luar negeri,” ujar Kepala Pos Imigrasi Pelabuhan Tunon Taka, Nasution. (Selasa,24/2/2015).

Nasution mengatakan, razia yang digelar tersebut sebagai upaya pembenahan, demi menertibkan pelabuhan agar steril dari upaya- upaya illegal. Ditegaskannya, razia dokumen bagi seluruh penumpang kapal dari luar negeri akan secara rutin digalakkan.

''Ya kita tahu kondisi pelabuhan ini kan belum steril ya, makanya kita pelan-pelan akan terus melakukan pembenahan, dan ini salah satunya,''ujarnya.

Nasution mengatakan, razia gabungan antara Imigrasi, PT Pelindo dan pihak Kepolisian seyogyanya sinergis dengan Konsulat RI di Malaysia. Caranya, Konsulat RI di Malaysia harus menghimbau perusahaan Malaysia agar memberikan paspor kepada Buruh Migran Indonesia (BMI) yang sedang cuti ke Indonesia. Sehingga keberadaan mereka bisa dipertanggung jawabkan.

''Kalau bisa di Malaysia itu kami minta supaya yang cuti kerja itu harus diberikan dokumennya, maunya kita begitu. Supaya mereka tidak illegal,'' ujarnya.

Dia juga berharap, PT Pelindo memperketat pembagian karcis masuk pelabuhan. Pelindo harus menyeleksi warga yang akan berangkat, “Dan mana yang bukan penumpang?” ujarnya. (del).

0 komentar:

Google+ Followers