">

Kamis, 05 Februari 2015

Penanganan Orang Gila Di Perbatasan Indonesia - Malaysia


Penanganan orang gila di Kabupaten Nunukan mendapat tanggapan serius Pemerintah Kabupaten Nunukan. 

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara Abdul Karim mengatakan, agar tidak terjadi saling lempar tanggungjawab antar instansi terkait, akan dirancang standar operasional prosedur (SOP) untuk penanganan orang gila (4/02/2915). Dikatakan Selama ini, sering kali instansi yang berwenang saling lempar tanggung jawab yang justru berakhir pada pembiaran terhadap orang gila. Masing-masing instansi merasa sudah melakukan tugas pokok dan fungsi mereka. Ia mencontohkan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI merasa hanya mengurusi buruh migran Indonesia yang berdokumen. Sedangkan menurut data, kebanyakan orang gila yang terlantar di Nunuakn justru berasal dari luar daerah termasuk buruh migran Indonesia dari Malaysia. 

Selanjutnya jelas Karim, Karena dalam kondisi gila, tentu saja orang tidak memiliki dokumen. Dengan kondisi demikian, BP3TKI Nunukan  justru lepas tangan. Pada sisi lainnya, Satuan Polisi Pamong Praja dan Linmas Nunukan menangkapi orang gila, setelah itu menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nunukan. Karim mengatakan, SOP yang disusun ini akan memberikan kejelasan kewenangan masing-masing instansi. Sehingga tidak ada lagi saling tunjuk dalam menangani orang gila. 

"Menanggapi  orang gila itu bukan solusi, yang perlu kita carikan solusi adalah penanganan dari hulu sampai hilirnya,” ujarnya. SOP itu, sebutnya, menjelaskan tugas masing-masing sehingga setiap instansi memiliki tanggung jawab. SOP itu nantinya mencantumkan poin-poin serta kewenangan instansi terkait dalam penanganan orang gila. SOP juga disertai mekanisme pendataan asal orang gila tersebut termasuk sebab yang mengakibatkan kegilaan dimaksud. 

"SOP itu nanti siapa berbuat apa? Untuk apanya? Itu jelas sehingga tidak akan ada lagi saling lempar tanggung jawab dan mudah mudahan bisa tercapai,'' ujarnya. (delyta rery).



0 komentar:

Google+ Followers