">

Senin, 16 Februari 2015

Larangan Perahu Bongkar Muat Penumpang Di Pelabuhan Internasional TidakDipatuhi

Imigrasi Nunukan Soroti Keberadaan Perahu Di Pelabuhan Internasional.

 

Kantor Imigrasi Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara menyoroti keberadaan perahu antarpulau yang berlangsung menjemput dan mengantar penumpang dari dan tujuan Tawau Sabah, Malaysia di Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan.

Kepala Pos Pemeriksaan Imigrasi pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Nasution menyatakan, perahu atau kapal apapun bentuknya dilarang menjemput atau mengantar langsung penumpang tujuan Tawau atau sebalinya di pelabuhan Internasional. (Senin,16/2/2015).

‘’Perahu dilarang mengantar atau menjemput penumpang yang akan berangkat dan yang datang dari Tawau Malaysia di Pelabuhan Internasional,’’ ungkapnya.

Hal ini, kata Nasution telah disampaikan pada beberapa kali pertemuan dengan Kantor Syahbandar dan Otorita Pelabuhan KSOP dan PT. Pelindo IV Nunukan agar tidak membenarkan perahu merapay di kapala angkutan resmi WNI atau Buruh Migran Indonesia BMI yang datang dan berangkat ke Tawau.

Terkait dengan masalah keberadaan perahu tersebut, Nasution menilai sterilisasi Pelabuhan Internasional TunonTaka Nunukan semakin tidak menguntungkan bagi berbagai pihak karena minimnya fasilitas yang dimiliki.

Ia berpandangan, persyaratan sebagai pelabuhan internasional harus steril dari pihak-pihak tertentu masuk secara bebas kesalam area pelabuhan demi terjaganya kondisi yang aman dan tertib bagi penumpang yang datang ataupun berangkat keluar negeri.

“Persyaratan pelabuhan internasional itu harus steril dan tidak sembarangan orang yang bisa masuk kedalam area pelabuhan,” ujar Nasution.

Hal ini berkaitan dengan keamanan barang maupun penumpang itu sendiri yang tidak terganggu oleh keberadaan pihak lain dalam pelabuhan sehingga menjadi nyaman dan aman.

Mengenai keberadaan perahu yang berlangsung masuk pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Nasution mengaku PT. Pelindo IV cabang Nunukan telah berjanji untuk membenahinya.

Namun sampai sekarang belum ada tindakan tegas yang menyebabkan perahu masih hilir mudik mengantar dan menjemput penumpang tujuan dan dari Tawau, Malaysia. (Del)

0 komentar:

Google+ Followers