">

Senin, 16 Februari 2015

Anjing Pelacak Bea Dan Cukai Nunukan

 

Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan dalam waktu dekat kedatangan dua anjing pelacak untuk membantu mengawasi masuknya barang larangan terbatas (lartas) dari luar negeri.


Selama ini Bea dan Cukai Nunukan hanya mengandalkan X-Ray untuk melacak masuknya barang larangan terbatas(lartas )dari penumpang asal Malaysia di Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.Namun dalam waktu dekat akan kedatangan dua anjing pelacak untuk membantu Bea Dan Cukai Setempat (16/02/2015).


Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Nunukan, Max Franky Karel Rori mengatakan, dua anjing yang akan dikirimkan  ke Nunukan itu memiliki karakteristik yang berbeda, yakni,  anjing tipe aktif  dan pasif.

"Yang satu dia akan menggonggong kalau dia menemukan dan mencium barang yang terlarang, nah kalau yang pasif, begitu dia mencium sesuatu yang terlarang dia akan diam, duduk dan tidak bergerak dari situ," ujarnya.


Menurut Max Franky Karel Rori,  kedua Anjing dan perbekalan serta pawang yang dikirimkan dari Jakarta ke Nunukan menggunakan biaya yang cukup mahal, sebab tiket untuk anjing saja lebih mahal daripada tiket untuk manusia. "Kemudian perawatannya juga khusus dan memang kita tidak punya fasilitas di sini. Sehingga semuanya dibawa dari pusat," ujarnya. (del).

0 komentar:

Google+ Followers