">

Selasa, 10 Februari 2015

Guru Honorer Di Perbatasan Resah

Guru Honor Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara harus Strata Satu (S1) pada 31 Desember 2015.


Hingga kini masih sekitar 250 guru honor di Kabupaten Nunukan belum memenuhi kualifikasi sarjana strata 1 (S-1). Sekretaris Dinas Pendidikan Nunukan, Hasmuni mengatakan, kewajiban untuk memenuhi persyaratan dimaksud hingga batas waktu 31 Desember 2015, membuat para guru honor merasa resah.


Mereka khawatir tidak bisa lagi mengajar menyusul turunnya Surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 5 November 2014.

"Itu menyatakan bahwa untuk tenaga pendidik harus memiliki kualifikasi S1. Ini membuat teman-teman yang belum memiliki kualifikasi S-1 menjadi resah. Kalau tidak jadi guru, mau dijadikan apa mereka?" ujar Hasmuni.


Hasmuni kini menjabat sebagai Sekretaris Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Nunukan. Dia menjelaskan, ratusan guru itu direkrut  didaerah ini  sebagai tenaga honor untuk mengatasi kekurangan guru. Pada 2006 jelasnya pemkab mengangkat guru honor dari warga lokal di perbatasan meskipun latar belakang pendidikannya SMA, Sekolah Pendidikan Guru (SPG), Diploma I, Diploma II dan Diploma III.


Selanjutnya pada saat itu Pemkab Nunukan berasumsi, dibutuhkan guru sedikitnya 1.500 orang untuk mengajar mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga jenjang menengah atas. "Belum lagi kekurangan guru akibat dari pensiun, belum lagi pindah keluar daerah Kabupaten Nunukan khususnya daerah remote," ujarnya.


Hingga saat ini beberapa sekolah di perbatasan hanya memiliki satu kepala sekolah dan satu guru yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Selebihnya guru di sekolah itu merupakan tenaga honor yang rata-rata kualifikasi pendidikannya hanya SMA. "Karena memang mau tak mau harus kita rekrut untuk mengantisipasi kekurangan guru ini," tegas Hasmuni. (delyta rery).


0 komentar:

Google+ Followers