">

Sabtu, 13 September 2014

Pelestarian Bahasa Daerah Sebagai Induk Bahasa Nasional

Seminar Cerdas Pemertahanan Bahasa Daerah
            BALAI Bahasa Provinsi Kalimantan selatan terus memperkokoh eksistensi peran sebagai lembaga formal untuk melestarikan bahasa daerah sebagai bagian induk Bahasa Nasional.
            Para pakar bahasa dari berbagai daerah, akademisi dan pejabat pemerintahan saling berdiskusi melalui Seminar Nasional Bahasa Daerah Tahun 2014, di Mahligai Sultan Adam Martapura, Rabu (10/7).
            Seminar nasional yang digagas Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Pemkab Banjar itu menghadirkan narasumber ahli di bidangnya. Menarik dalam seminar itu , Bupati Banjar Sultan H Khairul Saleh turut memberikan pemikiran tentang peran strategis pemerintah daerah, lembaga adat dalam upaya pemertahanan bahasa daerah.
            “Paling penting dari seminar nasional Bahasa ini adalah terkonseptualnya pemikiran-pemikaran dari para narasumber untuk dirumuskan menjadi rekomendasi bagi lembaga terkait dalam rangka pemertahanan bahasa daerah,” tulis Bupati H Khairul Saleh yang makalahnya disampaikan Sekda Banjar H Nasrun Syah.
            Era digitalisasi dan modrenisasi sekarang ini, tulis Bupati,  perlu disikapi dengan upaya pemertahanan bahasa daerah dengan penguatan peran-peran sosial dan budaya yang mencerminkan keraifan masyarakat lokal. Salah satu ciri kearifan lokal sebuah daerah adalah bagaimana cara bertutur yang sopan menggunakan bahasa daerah.
            “Kami (pemerintah daerah, red) mengapresiasi dan bangga atas terjalinnya kerja sama dengan Balai Bahasa Kalsel dalam upaya bersama mempertahankan bahasa daerah sebagai identitas bahasa nasional. Seminar ini sebuah gagasan besar dan cerdas untuk kepentingan arsip dan dokumentasi daerah di bidang kebahasaan,” ucapnya.
            Ketua Panitia Seminar Nasional Bahasa Daerah 2014, Musdalifah SS, MPd mengatakan seminar nasional bertujuan untuk menghimpun berbagai pemikiran dari para pakar bahasa dan pemerintahan daerah tentang bagaimana upaya melestarikan bahasa daerah sebagai indentitas bangsa.
            “Seminar dilaksanakan selama dua hari dari 10-11 September 2014 menghadirkan para narasumber pakar di bidangnya untuk memberikan pemikiran dan gagasan upaya pelestarian bahasa daerah,” tandasnya

0 komentar:

Google+ Followers