">

Selasa, 24 Juni 2014

Kepedulian Terhadap Peninggalan Sejarah Di Kalsel Masih Rendah

Martapura - Rendahnya Kepedulian terhadap peninggalan sejarah yang ada di daerah dan kurangnya tenaga ahli peneliti sejarah atau arkeologi mengakibatkan banyak situs serta Peninggalan yang bersejarah tidak terpelihara dan sebagian diantaranya terancam punah.
.
" Balai arkeologi Banjarmasin yang berada di Kota Banjarbaru hanya memiliki 12 orang peneliti arkeologi yang melayani seluruh penelitian sejarah atau arkeologi di lima provinsi di Pulau Kalimantan, Jumlah peneliti ini terbilang sedikit mengingat luasnya sebaran daerah yang menjadi pusat penelitian Balai Arkeologi Banjarmasin," kata Peneliti Madya Balai Arkeologi Banjarmasin Sunar Ningsih disela melakukan penggalian tanah disekitar bekas reruntuhan bangunan peninggalan penjajahan Belanda di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar . 

Sunar Ningsih juga menyatakan tidak semua masyarakat atau pemerintah daerah peduli dengan peninggalan sejarah yang ada didaerahnya dan itu terlihat dengan ditemukannya peninggalan sejarah yang rusak atau musnah akibat tidak mendapat perhatian . Sunar ningsih menegaskan biasanya balai arkeologi banjarmasin diminta dinas kebudayaan parawisata dan pemuda olahraga dalam melakukan penelitian Arkeologi, seperti saat ini diminta Dinas Kebudayaan Parawisata Dan Olahraga Kabupaten Banjar .

Menurut Peneliti Madya ini, sekarang Balai Arkeologi Banjarmasin sedang melakukan penelitian di beberapa titik di kabupaten banjar yang diduga punya nilai sejarah perkembangan masyarakat banjar sejak zaman kerajaan Banjar hingga masa Penjajahan Belanda.


1 komentar:

  • Faeza alfariz says:
    19 September 2014 02.51

    bujur banar... serampangan jua pinanya..!
    bbrapa thun hnyar2 ne di daerah riam kanan bnyak tatamu serpihan/ atau artepak2 bkas bahari di daerah pegunungan riam kanan tu...kda tau jua bkas apa kah lah...

Google+ Followers