">

Jumat, 14 Desember 2012

Menjaga Kerukunan Umat Beragama Di Kabupaten Banjar


Selasa pagi (11/12) para pembakal kecamatan mataraman dan puluhan warga berkumpul di aula kantor kecamatan mataraman untuk mengikuti bimbingan Kerukunan Umat Beragama yang dilaksanakan oleh Kesbangpol Kabupaten Banjar, sekaligus pembentukan kepengurusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan Mataraman.

Syahda mariadi selaku kepala kesbangpolinmas banjar membuka secara langasung forum diskusi didampingi camat Mataraman Harun Alrasyid. Forum diskusi ininmenghadirkan narasumber dari Kejaksaan Banjar M. Fadlan, Kantor Kementrian Agama Banjar dan kodim 1006 Martapura Jumaruddin.

Dalam sambutannya syahda menyampaikan, forum diskusi yg dilaksanakan bertujuan untuk menambah wawasan masyarat tentang kerukunan umat beragama. "Di negara kita sering sekali terjadi konflik antar umat beragama,hal inilah yg harus kita minimalisir", tegas syahda.

Ia menambahkan,seharusnya sebagai umat beragama kita harus hidup dengan keselerasan dan saling bergotong royong. Culture yg melambangkan sikap bangsa ini mulai luntur twergerus zaman. Kita harus memupuk agar cultur ini bisa tumbuh dan kembali menjadi citra bangsa kita. Syahda mengakhiri.

Dalam forum ini, ketiga narasumber memeberikan materi mengenai hal2 apa saja yang perlu dilakukan agar kehidupan umat beragama dapat serasi, "jangan mudah terpengaruh oleh isu2 orang yg tidak bertanggung jawab," jelas Jumaruddin.

Kita harus bisa menjaga kemanan dan kenyamanan di daerah kita. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Perhatikan anak-anak kita, jangan sampai salah bergaul. Perilaku anank kita sedikit banyaknya dipengaruhi oleh lingkungan dan teman bergaul.

Mari kita jaga kerukunan umat beragama dengan saling menghormati, kembalikan tujuan pejuang kita yang rela mengorbankan jiwa raga mereka demi kemerdekaan Indonesia. “ Pahlawan kita berjuang melawan penjajah hingga titik darah penghabisan, dengan satu tujuan. Yaitu mempersatukan seluruh bangsa Indonesia, baik itu suku, rasa dan agama”.

0 komentar:

Google+ Followers